Benarkah Pejabat Museum di Balik Kasus Hilangnya Koleksi Sonobudoyo ?

Teka-teki pencuri 87 Koleksi Masterpiece Museum Negeri Sonobudoyo mulai menunjukkan titik terang. Diduga kuat Keterlibatan pejabat Museum dalam kasus tersebut. Setidaknya berdasarkan beberapa kejanggalan mulai dari cctv maupun kunci yang dikumpulkan semua ke pejabat museum sebagaimana hal tersebut disampaikan oleh GBPH Yudhaningrat melalui koran Sindo. Melalui investigasi yang pernah dilakukan oleh MADYA, pernah juga didapatkan informasi bahwa mantan pejabat museum itu pulalah yang mem-peti-eskan kasus pencurian koleksi Keris yang sampai sekarang tidak terungkap kepada publik. Padahal pelakunya sudah diketahui yang juga orang dalam museum Sonobudoyo. Tidak diketahui alasan jelas tidak mengkasuskan kejadian tersebut kepada polisi. Tetapi yang jelas, antara koleksi yang dikembalikan dan koleksi yang dicuri tidak diketahui persis karena tidak ada investigasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil investigasi itu, diperoleh informasi lain bahwa ada beberapa pihak didalam museum yang memainkan peran jual-beli illegal koleksi museum Sonobudoyo. Hal yang menarik adalah, Tim Evaluator Kasus Hilangnya Koleksi Museum Negeri Sonobudoyo yang dibentuk pada tanggal 15 April s.d. 15 Agustus 2011 dipimpin oleh DR. Daud Aris Tanudirjo pernah mengungkapkan bahwa berdasarkan uji petik yang dilakukan  terhadap 174 Koleksi senjata yang umumnya adalah Keris, ditemukan beberapa kejanggalan dimana terdapat 4 nomor inventaris yang meloncat tanpa keterangan, dan koleksinya tidak ada di storage serta tidak tercatat dalam print out koleksi. Yang lebih mencengangkan adalah tim evaluator menemukan 2 koleksi senjata (keris) tidak ada di storage dan tidak diketahui keberadaannya, sekalipun sebenarnya di print out daftar koleksi tertulis nama koleksinya. Hal ini seakan menguatkan dugaan bahwa kasus pencurian koleksi keris tidaklah diselesaikan secara tuntas pada masa kepemimpinan Martono sebagai Kepala Museum Negeri Sonobudoyo.
Pihak kepolisian tentu sudah mengetahui informasi ini seluruhnya. tetapi permasalahannya apakah pihak kepolisian serius untuk membongkar kasus ini?

 

Selengkapnya baca juga link berita: http://m.koran-sindo.com/node/319142

Polisi Bidik Mantan Pejabat Museum

 

YOGYAKARTA – Misteri hilangnya koleksi masterpieceMuseum Sonobudoyo Yogyakarta mulai terkuak. Hasil koordinasi terakhir Dinas Kebudayaan DIY dengan Polresta Yogyakarta, penyelidikan mengarah pada kemungkinan tersangka.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY GBPH Yudhoningrat mengatakan, sejumlah keterangan yang diterima penyidik mengarahkan adanya oknum pensiunan pejabat di museum tersebut menjadi tersangka. Kabar tersebut tentunya menjadi angin segar setelah proses penyelidikan dari aparat kepolisian berlangsung lebih dari 1.000 hari.

“Masih banyak hal yang harus ditempuh. Namun dari pembicaraan dengan kapolresta Yogyakarta, ada sejumlah keterangan yang bisa mengarah ke tersangka, yakni salah satu pensiunan mantan pejabat Museum Sonobudoyo,” beber Gusti Yudho. Sejumlah fakta yang terungkap dari proses penyelidikan adalah keberadaan kunci koleksi yang seharusnya dipegang dan disimpan oleh masing-masing kurator.

Namun saat koleksi hilang diketahui seluruh kunci penyimpanan koleksi justru dikumpulkan ke kepala museum. Fakta lainnya, adanya perintah untuk mematikan CCTV setelah habis jam kerja. Kebijakan menjaga keamanan koleksi selama 24 jam justru tidak dilakukan. “Pejabat tersebut kini sudah pensiun. Tetapi sebelum pensiun, Pemda DIY telah menegur dan kenaikan pangkatnya sempat ditunda setahun,” tambahnya.

Kerabat Keraton Yogyakarta ini mencatat, pensiunan mantan pejabat tersebut hingga kini masih belum terbukti bersalah. Sehingga seluruh kompensasi sebagai pensiunan kepala museum masih tetap diberikan hingga kemarin. Mengikuti prinsip hukum, lanjut dia, seseorang dinyatakan bersalah tidak bisa hanya dengan tuduhan tanpa bukti. Selain itu, proses untuk menyatakan adanya kesalahan juga harus berlangsung di meja hijau.

Mengenai jumlah saksi yang dimintai keterangan, Gusti Yudho menginformasikan, sudah banyak staf Museum Sonobudoyo yang diundang kepolisian. Namun polisi tidak menargetkan kapan kasusnya akan selesai.

Seperti diketahui, kasus pencurian sejumlah koleksi Museum Sonobudoyo terjadi 11 Agustus 2010. Koleksi yang hilang sebanyak 87 benda yang beberapa di antaranya adalah koleksi masterpiece. Koleksi yang sangat berharga tersebut, seperti topeng emas yang diyakini berasal dari zaman Kerajaan Majapahit, serta sejumlah perhiasan dari zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebelumnya mengatakan, keraton menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus hilangnya koleksi museum ke polisi. Hal itu mempertimbangkan bahwa kasusnya sudah masuk ranah hukum. maha deva.

Senin 03 Juni 2013

 

 

Tentang joemarbun

Dilahirkan di sebuah propinsi yang kaya minyak bumi, yaitu bumi lancang kuning Riau. 3 bulan setelah lahir, langsung dibawa ke kebun Sei Rokan Riau, di tempat dimana Bapak saya bekerja hingga pensiun. Sampai kelas 1 (satu) SMA, waktunya dihabiskan di Ujung Batu Rokan. Setelah itu Hijrah ke KOta Palembang smpe lulus SMA tahun 1998. Setelah itu ke Medan dan terus ke kota Jogja dan sekaligus studi di Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada. Hingga saat ini domisiliku di Jogja. Aktifitas selama ini berhubungan dengan sosial dan kemanusiaan. Saat ini mendirikan Lembaga Transformasi dan Advokasi Kesehatan (LeTAK) pada 08 Agustus 2008 (08-08-08) yang berkantor di Jakarta. Tidak hanya sampai disitu. pada awal bulan Januari 2009, saat terjadinya pengrusakan situs Majapahit Trowulan oleh oknum pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, saya bersama beberapa teman mendirikan sebuah organisasi yang bernama: Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) yang konsen untuk permasalahan-permasalahan Warisan Budaya di tanah air Indonesia.
Pos ini dipublikasikan di Museum dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Benarkah Pejabat Museum di Balik Kasus Hilangnya Koleksi Sonobudoyo ?

  1. Joe Marbun berkata:

    Benarkah pejabat museum dibalik kasus sonobudoyo?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s