Polisi Janji Sikat Pencuri Museum Sonobudoyo Yogya  

TEMPO.CO, Yogyakarta – Kepolisian Yogyakarta berjanji segera menuntaskan kasus pencurian benda cagar budaya di Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta. Siapa pun yang terlibat dalam pencurian 75 koleksi museum itu akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Melibatkan siapa pun, kami tidak peduli. Yang terlibat, kami sikat,” kata Kepala Sub-Direktorat  I Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Djuhandani Rahardjo Puro, Senin, 28 Januari 2013.

Kasus pencurian yang terjadi pada 11 Agustus 2010 itu seakan jalan di tempat. Sudah puluhan saksi diperiksa, tapi belum ada satu pun yang menjadi tersangka. Ia menyatakan, saat ini, Polda DIY menyokong Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dalam menangani kasus ini.

Dengan sistem dan alat informasi yang sudah dimiliki oleh polisi, kata dia, memungkinkan pengungkapan kasus ini terselesaikan lebih cepat. Sebab, saat pencurian terjadi, polisi menyatakan masih kekurangan tim dan peralatan canggih. Polisi tidak akan berhenti dalam penyelidikan kasus yang sudah menjadi sorotan dunia itu.

MUH. SYAFULLAH

Sumber: Tempo Online

 

Iklan

Tentang joemarbun

Dilahirkan di sebuah propinsi yang kaya minyak bumi, yaitu bumi lancang kuning Riau. 3 bulan setelah lahir, langsung dibawa ke kebun Sei Rokan Riau, di tempat dimana Bapak saya bekerja hingga pensiun. Sampai kelas 1 (satu) SMA, waktunya dihabiskan di Ujung Batu Rokan. Setelah itu Hijrah ke Kota Palembang sampai lulus SMA tahun 1998. Setelah itu ke Medan dan terus ke kota Jogja dan sekaligus studi di Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dan menetap disana sampai dengan Januari 2015. Aktifitas selama ini berhubungan dengan sosial dan kemanusiaan. Saat ini mendirikan Lembaga Transformasi dan Advokasi Kesehatan (LeTAK) pada 08 Agustus 2008 (08-08-08) yang berkantor di Jakarta. Tidak hanya sampai disitu. pada awal bulan Januari 2009, saat terjadinya pengrusakan situs Majapahit Trowulan oleh oknum pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, saya bersama beberapa teman mendirikan sebuah organisasi yang bernama: Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) yang konsen untuk permasalahan-permasalahan Warisan Budaya di tanah air Indonesia. Sejak Januari 2015 sampai dengan sekarang, saya hijrah ke Ibukota Jakarta dan bergabung di Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT).
Taut | Pos ini dipublikasikan di BERITA, Heritage, Warisan Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s