Michael Hatcher dan Konflik Kepentingan Pengelolaan BMKT di Indonesia

Agustus 26, 2015 Meninggalkan komentar

Hatcher meyelam sendiri,Geldermaison 2001Oleh Jhohannes Marbun

Michael Hatcher Tak Tersentuh Hukum
Pada bulan April – Mei 2010 lalu, Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) dan Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) pernah mengungkapkan MAFIA LAUT, yaitu perburuan harta karun secara illegal dari perairan Blanakan, Cirebon oleh seorang penyelam internasional, Michael Hatcher. Mike sebutan Hatcher telah berulangkali melakukan penjarahan di Perairan Indonesia, baik di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, namun tidak pernah disentuh oleh aparat penegak hukum di republik ini, atau sebaliknya bekerjasama dengan oknum pejabat tinggi penegakan hukum. Dugaan masuknya kembali Michael Hatcher ke wilayah Hukum Republik Indonesia sudah terjadi sejak tahun 2014 sampai dengan bulan Juli tahun 2015 ini. Padahal, pada tahun 2010 lalu, pihak Kepolisian RI melalui media menyatakan bahwa Michael Hatcher telah di Cekal (Cegah dan Tangkal) atas kasusnya di Perairan Blanakan . Pencekalan ini sebenarnya pernah juga dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya akibat pencurian (pengangkatan secara illegal) Barang Muatan atas Kapal Tenggelam (BMKT) di Perairan Riau beberapa kali. Bahkan aksi Hatcher ini, telah menguras banyak dana, tenaga, maupun pikiran dari Pihak Pemerintah mengejar barang jarahan ke Australia maupun Jerman sampai terakhir pada April – Mei 2010 terungkap kembali peran Pengangkatan Illegal yang dilakukan oleh Michael Hatcher di Perairan Blanakan, Cirebon. Baca selengkapnya…

Kepolisian didesak bentuk tim cari koleksi Sonobudoyo

Agustus 13, 2015 Meninggalkan komentar

*Lima Tahun Kasus Sonobudoyo

Yogyakarta, (Antara Jogja) – Lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang advokasi warisan budaya, Madya mendesak Polda Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk tim khusus pencarian koleksi Museum Sonobudoyo yang telah hilang selama lima tahun.

“Selama lima tahun sejak 87 koleksi emas `masterpiece` Museum Sonobudoyo hilang, sepertinya tidak ada perkembangan apapun dari proses penyelidikan maupun pengungkapan pencurian ini. Oleh karena itu, kami minta agar Kepolisian DIY segera membentuk tim khusus dan melakukan gelar perkara terbuka,” kata Koordinator Madya Jhohannes Marbun di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui perkembangan proses penyelidikan dan pengungkapan kasus pencurian yang telah dilakukan oleh kepolisian.

Selain mengirimkan surat ke Polda DIY, lembaga nirlaba tersebut juga mengirimkan surat ke Dinas Kebudayaan DIY dan DPRD DIY untuk meminta audiensi mengenai proses penyelidikan kasus tersebut dan upaya agar kasus serupa tidak lagi terulang.

Pencurian koleksi emas “masterpiece” Museum Sonobudoyo diketahui terjadi pada 11 Agustus 2010. Namun, selama proses penyelidikan hingga saat ini, lanjut Marbun, tidak diketahui keberadaan koleksi yang hilang maupun pelakunya.

“Kepolisian selalu beralasan bahwa mereka sulit melacak koleksi dan mengungkap pelaku karena terbatasnya alat bukti. Kami menilai, kepolisian tidak transparan dalam penanganan kasus ini,” katanya.

Ia menambahkan, kasus hilangnya koleksi Museum Sonobudoyo tidak hanya terjadi pada 2010, tetapi terdapat kasus serupa yaitu hilangnya koleksi senjata dari museum berupa keris dan tombak.

“Jangan sampai kejadian ini terulang akibat lemahnya pengawasan dan manajemen museum. Museum Nasional yang memiliki sistem keamanan terbaik saja mengalami pencurian. Ini membuktikan bahwa museum di Indonesia masih rentan terhadap kasus seperti ini,” katanya.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengawal pengungkapan kasus pencurian tersebut hingga dalangnya terungkap.

“Jika pencurian ini tidak terungkap, maka kasus seperti ini bisa terus berulang. Pemburu benda-benda bersejarah akan bebas beraksi dengan memanfaatkan kelemahan sistem pengamanan museum,” katanya. ***2***

(E013)
sumber: jogja.antaranews.com

Megawati Merestui Jokowi sebagai Calon Presiden Pada Pilpres 2014 ?

Bocoran Intelijen Singapura, Megawati: Jokowi Kehendak Sejarah

Image

 

jokowi ahok saat mencalonkan sebagai cagub/cawagub by. CiriCara.com

 

JAKARTA, baranews – Megawati tidak ada keraguan memajukan Jokowi sebagai Capres PDI Perjuangan 2014. Menurut Megawati, Jokowi adalah kehendak sejarah yang tidak bisa dihambat siapa pun.

Demikian informasi bocoran National Security Agency (NSA) Singapura yang diperoleh baranews.co Jumat (3/1) siang. “NSA Singapura memantau percakapan Megawati dengan berbagai pihak,” kata sumber itu.

Dikatakan, dalam kelompok-kelompok kecil yang dekat dengan Megawati, malah banyak yang tidak tahu, apa sebetulnya yang ada di kepala Megawati, apakah memajukan Jokowi atau memajukan dirinya sendiri.

Dari semua percakapan Megawati dengan Jokowi selama ini, yang rata-rata bertemu tiga kali seminggu, tidak ada staf yang ikut sehingga tidak ada yang tahu detail pertemuan kedua tokoh. Persisnya, hanya Megawati dan Jokowi yang tahu.

“Tentu saja Megawati berpikir untuk bangsa. Kepentingan PDI Perjuangan, bagi Mega masih kalah dibanding kepentingan bangsa. Makanya memajukan Jokowi,” tambahnya.

Tidak dirinci, bagaimana NSA Singapura memantau Megawati. Dalam berbagai berita, sebelumnya dikatakan, Singapura, Korea Selatan, Australia, membantu NSA Amerika. Namun yang menjadi polemik, hanya aktivitas NSA Australia.

Menurut sumber yang dekat intelijen asing, Megawati sekarang tinggal mencari Cawapres mendampingi Jokowi. “Dengan membaca bahasa tubuh Megawati, sebetulnya publik sudah tahu siapa yang akan dimajukan mendampingi Jokowi,” katanya.

Ditanya, apakah Megawati akan memajukan Pranda Prabowo atau Puan Maharani, sumber menampik. “Ibu Megawati berpikir untuk bangsa, bukan hanya untuk PDI Perjuangan. Jadi bukan salah satu dari kedua anaknya.” tandasnya. (sm)

sumber: http://baranews.co, 03 Januari 2014

Perlengkapan Sembahyang Berumur 3.000 Tahun Dicuri

Pencurian terhadap benda antik yang dapat dimasukkan dalam kategori benda cagar budaya (BCB) kembali di curi di Kota Palembang. Pelestarian warisan budaya pada awal tahun 2014 menjadi ternodai karena ulah orang-orang yang tak bertanggung jawab. Keamanan seharusnya menjadi faktor penting dan wajib menjadi perhatian bagi semua pihak terutama pengelola warisan budaya.

Perlengkapan Sembahyang Berumur 3.000 Tahun Dicuri

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG – Rumah induk di Kampung Kapiten yang merupakan peninggalan keturunan kesepuluh dari kapitan zaman Belanda, Cua Ham Him dibobol kawanan maling. Sebanyak 30 tempat membakar garu (Hio) yang terbuat dari kuningan, timah dan wadah lilin yang berada di altar sembahyang lenyap. Diduga kawanan pelaku masuk ke rumah tersebut dari bagian belakang rumah yang telah memang telah ambruk.

Mulyadi alias Tyoa Tiong Gie (52), ahli waris yang ditemui Kamis (2/1/2014) mengatakan, semua barang yang hilang merupakan barang antik yang berusia mencapai tiga ribu tahun.

Mulyadi menyatakan, kejadian pencurian tersebut terjadi pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 16.00 sore. Orang yang pertama kali mengetahui peristiwa pencurian itu adalah anak buahnya yang bernama Ayang (36). Ketika itu, saat mau mengantarkan orang yang ingin pergi sembahyang, tetapi saat menuju altar semua barang peralatan sembahyang sudah tidak ada lagi.

Dari inventarisasi, barang yang hilang seperti 27 wadah dupa dari kuningan, 1 wadah garu kuningan, serta 2 buah wadah lilin dari timah. Menurutnya total kerugian belum dapat diperkirakan karena semua barang tersebut termasuk barang antik yang telah berumur tiga ribu tahun. Barang tersebut telah ada sejak turun temurun.

“Pukul 16.00, saat ada orang yang ingin sembahyang dan dibantu oleh Ayang yang mengantar ke altar, tapi ternyata semuanya sudah hilang. Kalau ditanya berapa kerugian yang jelas mahal sekali karena barang tersebut merupakan peninggalan leluhur kami yang sudah ada sejak tiga ribu tahun lalu,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan, sebenarnya dirinya sudah melapor saat terjadi kejadian ke Polsek SU I, tapi Polsek SU I memintanya melapor ke Polresta Palembang. Oleh karena itu baru hari ini dia melapor.

Mulyadi selaku ahli waris menyatakan, sekarang ia hanya bisa berharap barang tersebut dapat ditemukan, karena itu merupakan barang peninggalan leluhur yang harus dijaga. Ia juga berharap polisi dapat secepatnya mengungkap kasus pencurian tersebut.

Saat korban melapor ke Polresta Palembang, tim Identifikasi Polresta bersama Ka SPKT Polresta Palembang Iptu Syamsul Fitri langsung mendatangi TKP yang berada di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang, dan langsung melakukan olah TKP.

Pantauan Sriwijaya Post (Tribunnews.com Network) di lapangan kondisi di dalam altar tempat sembahyang, terlihat banyak abu berserakan di lantai serta pintu belakang masih terbuka karena memang rumah tersebut tidak ditinggali, hanya sesekali dibuka saat ada orang yang ingin sembahyang. Oleh karena itu banyak genteng yang berserakan dan dinding rumah yang jebol.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto Sik MH mengatakan, kasus pencurian barang antik yang berada di rumah induk Kampung Kapiten masih dalam penyelidikan petugas. Barang yang hilang berupa alat sembahyang yang berbahan kuningan dan timah kemungkinan akan dijual pelaku kepada penadah atau pecinta koleksi barang antik.

“Setelah mendapat laporan polisi langsung menuju TKP dengan didampingi tim Identifikasi dan bagian Reskrim langsung melakukan pengejaran kepada pelaku. Dilihat dari jejaknya diduga pelaku orang lama yang sering terlibat kasus pencurian,” ujarnya.

sumber: http://www.tribunnews.com

2013 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 6,800 times in 2013. If it were a NYC subway train, it would take about 6 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Kategori:tentang saya

Rangkaian Kegiatan Temu Nasional Aktivis/ Relawan Pelestari Warisan Budaya, 8-9 Januari 2014 @Yogyakarta

Desember 26, 2013 Meninggalkan komentar

Rangkaian Kegiatan Temu Nasional Aktivis/ Relawan Pelestari Warisan Budaya, 8-9 Januari 2014 @Yogyakarta

Ayo Para Pejuang Pelestari Warisan Budaya,
Daftarkan dan kirimkan biodata anda melalui pesan (inbox) FB Madya Indonesia, email: advokasiwarisanbudaya@yahoo.com, advokasiwarisanbudaya@gmail.com, atau sms ke Ima 085643501617, dengan menuliskan:

Nama Lengkap/ Jenis Kelamin (L/P)/ tempat, tanggal lahir/Pekerjaan – Institusi/Alamat Tinggal/ HP/ Email/ Ikut Temu Nasional.

Pendaftaran selambatnya Hari Selasa 07 Januari 2014 Pukul 17.00 Wib
dengan memberikan Kontribusi sebesar Rp 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) untuk seluruh rangkaian kegiatan melalui rekening:
~Jhohannes Marbun~ Bank Mandiri Cabang UGM #No. Rek. 1370003015324#
(Mohon dibawa dan tunjukkan resi pembayaran kepada panitia saat pelaksanaan kegiatan)
Fasilias: Sertifikat, Seminar/Workshop Kit, Kontribusi masuk tempat wisata jelajah, snack dan makan selama kegiatan, dan souvenir menarik.

George Williams, Tokoh Pendiri YMCA

oleh: Jhohannes Marbun

Tanggal 06 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai hari lahirnya Young Men’s Christian Association (YMCA) atau sering dikenal dengan YMCA Day. Siapakah tokoh dibalik lahirnya perkumpulan organisasi pemuda kristiani tersebut? Tokoh tersebut adalah George Williams, anak bungsu dari delapan bersaudara dari pasangan Amos dan Elisabeth Williams. George Williams lahir pada tanggal 11 Oktober 1821 di Dulverton, Somerset, Inggris. Kelahiran George Williams mewakili sebuah pergeseran situasi sosial Revolusi Industri, dimana terjadi arus urbanisasi dari pedesaan ke kota-kota berkembang di Inggris. Baca selengkapnya…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.062 pengikut lainnya.