Pengungkapan Kasus Sonobudoyo Tak Jelas

Tinggalkan Komentar

Thursday, 07 April 2011 YOGYAKARTA – Belasan orang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Museum kemarin mempertanyakan ketidakjelasan penanganan kasus pencurian benda cagar budaya (BCB) koleksi Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Sebagai bentuk protes,mereka melakukan aksi Happening Art dengan berjalan kaki dari depan Gedung Agung menuju depan Museum Sonobudoyo. Koordinator Masyarakat Pencinta Budaya Ima Ajhyar mengatakan kasus pencurian BCB Sonobudoyo ini sudah berlangsung sejak lama.Namun, penanganannya sampai sekarang tidak ada kemajuan yang berarti.“Kami mempertanyakan jika sudah sampai ke polisi terus penanganannya sampai mana,”katanya kemarin. Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) Joe Marbun mengkritisi persoalan standarisasi pembangunan museum yang seharusnya sudah ditetapkan secara matang,termasuk pengamanan benda koleksi.Dia melihat ada kejanggalan yang ditemui di lapangan, seperti CCTV dan alarm Sonobudoyo yang sudah lama tidak aktif. “Padahal salah satu prasyarat museum masalah pengamanan. Seakan masalah ini dibiarkan,” katanya. Joe mengaku telah melakukan komunikasi dengan Gubernur DIY dan Dinas Kebudayaan. Hasilnya,gubernur sejak Januari lalu sudah merekomendasikan untuk dibentuk tim evaluasi Museum Sonobudoyo. Tetapi hingga kini SK tentang pembentukan tim evaluasi tersebut juga belumada. “Inilahyangmenjadi keprihatinan kami,”katanya. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DIY Djoko Dwiyanto mengatakan,menurut inventarisasi ada 75 koleksi yang hilang. Benda-benda itu hampir semuanya berbahan emas dan yang paling populer adalah topeng. Pihaknya juga mengakui saat terjadi pencurian benda koleksi museum pada 11 Agustus 2010 lalu memang ada kelalaian keamanan seperti kamera CCTV dan alarm yang tidak aktif.“Ditengarai pas kejadian tidak dioperasikan,”ujarnya. Dengan hilangnya benda koleksi museum ini, pihaknya telah memberikan sanksi kepada beberapa pegawai yang museum. “Ada enam orang yang diberikan sanksi administratif termasuk kepala museum, Kepala Tata Usaha (TU) dan 4 orang staf,”ungkapnya. Untuk mengantisipasi kejadian terulang kembali, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY telah melakukan upaya peningkatan keamanan dengan mengganti dan menambah semua peralatan CCTV dan alarm yang ada. Selain itu,juga menambah satuan pengamanan museum dengan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Polresta Yogyakarta masih melakukan pemeriksaan terhadap 26 orang saksi. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Syaiful Anwar menjelaskan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta untuk mengecek keaslian barang- barang koleksi museum yang masih ada. Syaiful menyatakan, benda- benda yang hilang belum ada sertifikatnya.Sehingga jadi kendala dalam menelusurinya. Djoko Dwiyanto mengakui barang-barang yang hilang belum memiliki sertifikat. Dia berdalih benda koleksi disertifikatkan apabila dipindahtangankan atau dipinjam untuk dipamerkan. “Nah, ini (BCB yang hilang) kan koleksi museum, jadi hanya memiliki kartu inventarisasi dan kartu registrasi,” kelitnya. ●muji barnugroho

Sumber: Koran Seputar Indonesia cetak

KASUS PENCURIAN MUSEUM SONOBUDOYO Sultan Diminta Bentuk Tim Investigasi

Tinggalkan Komentar

Ketua Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Jhohannes Marbun minta Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus hilangnya sejumlah koleksi Museum Sonobudoyo. Mereka berharap Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kedatangan mereka di Kepatihan. “Kami sudah mengajukan diri untuk bertemu dengan Sultan pekan ini tapi belum mendapat jawaban,” kata Jhohannes Marbun kemarin. Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.475 pengikut lainnya.