Kasus Trowulan Menguap?

Tinggalkan Komentar

Kasus Trowulan Menguap?
Oleh: Joe Marbun*

Persis di saat masyarakat di seluruh dunia menikmati suasana awal tahun baru, terjadi tragedi warisan budaya di sebuah negara Indonesia yang sejak dahulu dikenal memiliki Budaya Luhur dan beraneka ragam. Pada tanggal 5 Januari 2009, di salah satu media massa nasional diberitakan kejadian pengrusakan situs Trowulan Majapahit, di Kabupaten Mojokerto – Jawa Timur. Alhasil, pemberitaan ini mengundang reaksi dan kecaman dari berbagai pihak, tidak ketinggalan dari Institusi arkeologi. Konsolidasi di kalangan perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga-lembaga swasta, maupun individu gencar dilakukan. Situs kerajaan Majapahit yang sangat di kenal dunia internasional itu pun tidak luput dari aksi vandalisme yang dilakukan oknum aparat pemerintah. Lagi

Pres Release: Sikap MADYA Terhadap Perusakan Situs Trowulan

Tinggalkan Komentar

Press Release
SIKAP MASYARAKAT ADVOKASI WARISAN BUDAYA (MADYA) TERHADAP PERUSAKAN SITUS TROWULAN

Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) merupakan jejaring yang beranggotakan individu atau kelompok/ organisasi yang peduli terhadap kegiatan advokasi Warisan Budaya Bangsa Indonesia. MADYA merasa prihatin atas terjadinya tindakan perusakan Situs Trowulan, yang memiliki potensi peninggalan Kerajaan Majapahit, dengan dalih pembangunan Pusat Informasi Majapahit atau PIM. Kejadian perusakan terhadap situs warisan budaya bukanlah kejadian yang pertama kali dilakukan. Kejadian seperti ini, pernah terjadi di Situs Batu Tulis Bogor, Situs Benteng Kastela dan Oranje di Pulau Ternate, Situs Den Briel di Pulau Obi, Situs Perang Dunia II di Pulau Halmahera dan Morotai, Situs Vastenberg di Solo, Situs Pillbox di Bogor, Situs Beos Jakarta, Situs Tugu Micheline di Padang, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih belum serius menangani dan melestarikan Warisan Budaya bangsa yang bernilai tinggi.
Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.475 pengikut lainnya.