Missionaris dan Perubahan Budaya Masyarakat Minahasa di Balik Waruga

Tinggalkan Komentar

Missionaris dan Perubahan Budaya Masyarakat Minahasa di Balik Waruga

Tradisi penguburan menggunakan waruga di Minahasa mulai ditinggalkan pada sekitar pertengahan abad ke-19 ditandai dengan munculnya sistem penguburan dalam tanah yang diperkenalkan oleh bangsa Belanda. Perubahan ini terjadi bersamaan dengan diperkenalkan dan semakin kuatnya agama Kristen di Minahasa. Namun, harus dicatat bahwa sampai menjelang berakhirnya kepercayaan terhadap roh leluhur dan makin kuatnya penganut agama Kristen, waruga masih tetap digunakan. Pada tahapan ini, penggunaan waruga bukan lagi dimaksudkan sebagai bentuk pengkultusan terhadap roh para arwah leluhur/nenek moyang, tetapi penggunaan waruga pada saat itu lebih merupakan sebagai bentuk apresiasi orang Minahasa terhadap budaya lamanya. Lagi

Madya dan UGM Gelar Jajah Nagari di Magelang

Tinggalkan Komentar

Madya dan UGM Gelar Jajah Nagari di Magelang
15 Agustus 2009 | 14:37 wib | Daerah

Yogyakarta, CyberNews. Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) bekerjasama dengan Mahasiswa KKN PPM UGM Unit 100 dan SD Negeri 01 Salam – Muntilan, maupun masyarakat Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang menggelar kegiatan JAJAH NAGARI pada tanggal 14 Agustus 2009.

“JAJAH NAGARI merupakan bahasa yang diambil dari bahasa Sanksekerta yang berarti menjelajah negeri, tetapi juga merupakan singkatan dari jalan-jalan jelajah Nagari Losari. Lagi

Kesadaran Publik Selamatkan Warisan Budaya Meningkat

Tinggalkan Komentar

Presentasi Memperingati Hari Purbakala ke-96 Tahun 2009 di publikasikan oleh www.kompas.com

Kesadaran Publik Selamatkan Warisan Budaya Meningkat
Sabtu, 13 Juni 2009 | 21:53 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com–Kesadaran publik untuk ikut menyelamatkan warisan budaya akhir-akhir ini meningkat sehingga kegiatan yang diduga mengancam kelestarian warisan budaya dapat diantisipasi dan dicegah.

“Hal itu sungguh menggembirakan, meskipun didahului dengan tumbal perusakan, pencurian, bahkan pemalsuan terhadap benda ataupun situs warisan budaya,” kata Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (Madya) Johannes Marbun di Yogyakarta, Sabtu. Lagi

Pres Release: Sikap MADYA Terhadap Perusakan Situs Trowulan

Tinggalkan Komentar

Press Release
SIKAP MASYARAKAT ADVOKASI WARISAN BUDAYA (MADYA) TERHADAP PERUSAKAN SITUS TROWULAN

Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) merupakan jejaring yang beranggotakan individu atau kelompok/ organisasi yang peduli terhadap kegiatan advokasi Warisan Budaya Bangsa Indonesia. MADYA merasa prihatin atas terjadinya tindakan perusakan Situs Trowulan, yang memiliki potensi peninggalan Kerajaan Majapahit, dengan dalih pembangunan Pusat Informasi Majapahit atau PIM. Kejadian perusakan terhadap situs warisan budaya bukanlah kejadian yang pertama kali dilakukan. Kejadian seperti ini, pernah terjadi di Situs Batu Tulis Bogor, Situs Benteng Kastela dan Oranje di Pulau Ternate, Situs Den Briel di Pulau Obi, Situs Perang Dunia II di Pulau Halmahera dan Morotai, Situs Vastenberg di Solo, Situs Pillbox di Bogor, Situs Beos Jakarta, Situs Tugu Micheline di Padang, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih belum serius menangani dan melestarikan Warisan Budaya bangsa yang bernilai tinggi.
Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.475 pengikut lainnya.