LeTAK

Tinggalkan Komentar

Kesehatan

Kesehatan

LeTAK merupakan singkatan dari Lembaga Transformasi dan Advokasi Kesehatan. Merupakan sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang Kesehatan. Lahir dari keprihatinan terhadap penanganan di bidang kesehatan di republik ini (RI), delapan orang muda-mudi kemudian berkumpul di Villa Shorea Asri, Cisarua Bogor, memperbincangkan dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan di bidang kesehatan, yang sebenarnya memiliki korelasi terhadap bidang-bidang lainnya. Misalnya, Pendidikan, Ekonomi, Sosial budaya, dan juga Politik. Dari diskusi dan perbincangan tersebutlah, kemudian lahir LeTAK. Sebenarnya istilah LeTAK baru di sepakati di saat-saat akhir sebelum masuk ke akta notaris. Ide itu muncul dari bung Joe Marbun (pemilik blog ini). Awalnya beragam penamaan dibuat, ada yang mengatakan delapam, karena sesuai dengan tanggal bulan dan tahun kelahiran, ada yang mengatakan LKAK Delapan, dan ada juga mengatakan Therapy. Memang cukup sulit juga membuat nama.

 

Adapun Pendiri dari organisasi LeTAK yaitu: Lagi

Dunia hari ini………..

Tinggalkan Komentar

Jhohannes Marbun’s Weblog › Sunting — WordPress.

Kemiskinan Akibat dari Ketidakadilan dalam Pandangan Organisasi Masyarakat Sipil

Tinggalkan Komentar

Pendahuluan

MDGs 2015 yang anggotanya terdiri atas 189 negara termasuk Indonesia merupakan suatu cita-cita menciptakan masyarakat dunia yang sejahtera bebas dari kemiskinan, terciptanya keadilan hukum dan penegakan hak asasi manusia, terciptanya lingkungan yang produktif, terjaga naturalistiknya, dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Faktor kemiskinan, dehumanisasi, perusakan hutan dan lain-lain merupakan paradoks keseharian masyarakat bangsa ini yang mana harus terus menerus diperangi hingga akhirnya kita dapat menggapai Indonesia yang sejahtera, berkualitas dan bermartabat.
Tidak bertentangan dengan pendapat di atas, lebih dari setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Januari 2005, PBB menerbitkan laporan khusus mengenai pengurangan kemiskinan yang berjudul ‘Investing in Development’. Di balik dokumen setebal 3000 halaman tersebut ada ambisi PBB untuk mewujudkan salah satu tujuan yang dicanangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs), yaitu mengurangi kemiskinan hingga setengah jumlah penduduk dunia yang berpenghasilan kurang dari US$ 1 per hari. Untuk memperjelas tindak lanjut rencana strategis PBB tersebut, PBB mengeluarkan standarisasi batasan kemiskinan sesuai dengan standar yang di buat oleh Bank Dunia yaitu (B. Hari Juliawan, 2005): Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.475 pengikut lainnya.